Sabtu, 16 Oktober 2010

Sedekah Tanpa Uang

Siapa saja dapat meraih pahala bersedekah tanpa harus menunggu jadi orang berharta
Buku ini menguraikan berbagai amalan yang nilainya setara dengan besarnya sedekah yang dilakukan kaum berpunya.
Berbagai cara bersedekah yang dapat kita tempuh untuk meraih pahala Allah, disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mestinya tidak sulit untuk diamalkan.
Bacaan ini membimbing untuk tidak berkecil hati jika bersedekah dengan senyuman saja. Intinya adalah ‘fastabikul khairat’ atau berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan
Jadi miskin mestinya tidak menghalangi seseorang untuk bersedekah. Kondisi kemiskinan juga jangan sampai bikin kaum dhuafa merasa tak mungkin meraih kedudukan tinggi dan kemuliaan disisi Allah.
Setiap diri kita membawa potensi dan takdir yang berbeda. Kaya dan miskin harus dipandang sebagai ujian bukan musibah. Bagi orang kaya, harta menjadi batu ujian apakah dia mampu mensyukuri nikmat Allah sedangkan kaum dhuafa dengan kemiskinannya adalah juga ujian dariNya apakah dia akan tetap bersabar dalam keimanannya kepada Allah.
Sedekah tanpa uang, sebuah judul yang menggelitik. Setidaknya membuka hati kaum dhuafa agar tidak bersedih sebab kaya miskin adalah ujian.
Definisi sedekah adalah pemberian oleh seorang Muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.
Bersedekah itu perintah Allah kepada kita yang sedikitnya ada 43 kali diabadikan dalam Al Qur’an, dengan penekanan yang berbeda-beda. Demikian pula dalam hadist rasulullah SAW perintah sedekah menegaskan betapa pentingnya kedudukan sedekah didalam Islam.
Harta yang disedekahi akan semakin subur dan berkembang. “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (Al Baqarah ayat 276).
Bersedekah juga mengajarkan kita bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Jadi program memberi untuk sesama itu harus selalu dijadikan niat dalam diri kita.
Sedekah juga bisa menjadi obat sebagai salahsatu sarana untuk sembuh. “Obatilah orang sakit dengan sedekah,” HR Baihaqi.
Bersedekah dengan sebutir kurma pun mampu melebur kesalahan sebagaimana air memadamkan api kata hadist Ahmad dan Al-Albani
Sedekah tanpa materi menurut Rasulullah : “Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban bersedekah pada setiap hari ketika matahari terbit. Engkau berlaku adil antara dua orang adalah sedekah. Engkau membantu seseorang dengan cara mengangkatnya naik ke atas kendaraannya atau engkau angkat barang-barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah, Kata-kata yang baik adalah sedekah. Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah. Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” HR Al Bukhari. Bahkan senyum adalah sedekah. Sungguh Islam tidak menghendaki sesuatu yang memberatkan bagi umatNya asalkan kita mau memahami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar