Sabtu, 16 Oktober 2010
Setiap Wanita Cantik
Seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?""Karena aku seorang wanita," dia berkata kepada anaknya."Aku tidak mengerti," jawab anak laki-laki tersebut. Sang ibu memeluk anaknya dan berkata "Dan kau tidak akan pernah mengerti"Kemudian anak laki-laki tersebut bertanya kepada ayahnya "Mengapa ibu menangis tanpa ada alasan?""Semua wanita menangis tanpa ada alasan," hanya itu yang bisa dikatakan ayahnya.Anak laki-laki itu tumbuh dan menjadi seorang laki-laki dewasa, dan tetap merasa heran mengapa wanita menangis.Akhirnya dia menelepon Tuhan, dan ketika sudah terhubung, dia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"Tuhan berkata "Aku menciptakan wanita istimewa. Aku menciptakan baginya bahu yang kuat untuk memikul beban dunia, tapi begitu lembut sehingga dapat memberikan kenyamanan.""Aku memberinya kekuatan untuk melahirkan dan menahan penolakan yang kerap muncul dari anak-anaknya""Aku memberinya keteguhan yang membuatnya dapat tetap bertahan di saat semua orang sudah menyerah, dan tetap memperhatikan keluarganya tanpa mengeluh saat sedang lelah maupun sakit.""Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun, meskipun mereka menyakitinya.""Aku memberinya kekuatan untuk bisa memaklumi kesalahan-kesalahan suaminya, menciptakannya dari tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya""Aku memberinya kearifan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti istrinya, tetapi kadang-kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk tetap teguh mendampingi suaminya""Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dicurahkan. Ini khusus miliknya untuk digunakan kapanpun diperlukan.""Kau lihat: Kecantikan seorang wanita tidak terletak pada pakaian yang dikenakannya, penampilan fisiknya, atau cara dia menyisir rambutnya.""Kecantikan seorang wanita dapat dilihat melalui matanya, karena mata adalah pintu menuju hatinya, tempat dimana cinta bersemayam."Setiap Wanita Cantik
Sedekah Tanpa Uang
Siapa saja dapat meraih pahala bersedekah tanpa harus menunggu jadi orang berharta
Buku ini menguraikan berbagai amalan yang nilainya setara dengan besarnya sedekah yang dilakukan kaum berpunya.
Berbagai cara bersedekah yang dapat kita tempuh untuk meraih pahala Allah, disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mestinya tidak sulit untuk diamalkan.
Bacaan ini membimbing untuk tidak berkecil hati jika bersedekah dengan senyuman saja. Intinya adalah ‘fastabikul khairat’ atau berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan
Jadi miskin mestinya tidak menghalangi seseorang untuk bersedekah. Kondisi kemiskinan juga jangan sampai bikin kaum dhuafa merasa tak mungkin meraih kedudukan tinggi dan kemuliaan disisi Allah.
Setiap diri kita membawa potensi dan takdir yang berbeda. Kaya dan miskin harus dipandang sebagai ujian bukan musibah. Bagi orang kaya, harta menjadi batu ujian apakah dia mampu mensyukuri nikmat Allah sedangkan kaum dhuafa dengan kemiskinannya adalah juga ujian dariNya apakah dia akan tetap bersabar dalam keimanannya kepada Allah.
Sedekah tanpa uang, sebuah judul yang menggelitik. Setidaknya membuka hati kaum dhuafa agar tidak bersedih sebab kaya miskin adalah ujian.
Definisi sedekah adalah pemberian oleh seorang Muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.
Bersedekah itu perintah Allah kepada kita yang sedikitnya ada 43 kali diabadikan dalam Al Qur’an, dengan penekanan yang berbeda-beda. Demikian pula dalam hadist rasulullah SAW perintah sedekah menegaskan betapa pentingnya kedudukan sedekah didalam Islam.
Harta yang disedekahi akan semakin subur dan berkembang. “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (Al Baqarah ayat 276).
Bersedekah juga mengajarkan kita bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Jadi program memberi untuk sesama itu harus selalu dijadikan niat dalam diri kita.
Sedekah juga bisa menjadi obat sebagai salahsatu sarana untuk sembuh. “Obatilah orang sakit dengan sedekah,” HR Baihaqi.
Bersedekah dengan sebutir kurma pun mampu melebur kesalahan sebagaimana air memadamkan api kata hadist Ahmad dan Al-Albani
Sedekah tanpa materi menurut Rasulullah : “Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban bersedekah pada setiap hari ketika matahari terbit. Engkau berlaku adil antara dua orang adalah sedekah. Engkau membantu seseorang dengan cara mengangkatnya naik ke atas kendaraannya atau engkau angkat barang-barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah, Kata-kata yang baik adalah sedekah. Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah. Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” HR Al Bukhari. Bahkan senyum adalah sedekah. Sungguh Islam tidak menghendaki sesuatu yang memberatkan bagi umatNya asalkan kita mau memahami
Buku ini menguraikan berbagai amalan yang nilainya setara dengan besarnya sedekah yang dilakukan kaum berpunya.
Berbagai cara bersedekah yang dapat kita tempuh untuk meraih pahala Allah, disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan mestinya tidak sulit untuk diamalkan.
Bacaan ini membimbing untuk tidak berkecil hati jika bersedekah dengan senyuman saja. Intinya adalah ‘fastabikul khairat’ atau berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan
Jadi miskin mestinya tidak menghalangi seseorang untuk bersedekah. Kondisi kemiskinan juga jangan sampai bikin kaum dhuafa merasa tak mungkin meraih kedudukan tinggi dan kemuliaan disisi Allah.
Setiap diri kita membawa potensi dan takdir yang berbeda. Kaya dan miskin harus dipandang sebagai ujian bukan musibah. Bagi orang kaya, harta menjadi batu ujian apakah dia mampu mensyukuri nikmat Allah sedangkan kaum dhuafa dengan kemiskinannya adalah juga ujian dariNya apakah dia akan tetap bersabar dalam keimanannya kepada Allah.
Sedekah tanpa uang, sebuah judul yang menggelitik. Setidaknya membuka hati kaum dhuafa agar tidak bersedih sebab kaya miskin adalah ujian.
Definisi sedekah adalah pemberian oleh seorang Muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.
Bersedekah itu perintah Allah kepada kita yang sedikitnya ada 43 kali diabadikan dalam Al Qur’an, dengan penekanan yang berbeda-beda. Demikian pula dalam hadist rasulullah SAW perintah sedekah menegaskan betapa pentingnya kedudukan sedekah didalam Islam.
Harta yang disedekahi akan semakin subur dan berkembang. “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (Al Baqarah ayat 276).
Bersedekah juga mengajarkan kita bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Jadi program memberi untuk sesama itu harus selalu dijadikan niat dalam diri kita.
Sedekah juga bisa menjadi obat sebagai salahsatu sarana untuk sembuh. “Obatilah orang sakit dengan sedekah,” HR Baihaqi.
Bersedekah dengan sebutir kurma pun mampu melebur kesalahan sebagaimana air memadamkan api kata hadist Ahmad dan Al-Albani
Sedekah tanpa materi menurut Rasulullah : “Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban bersedekah pada setiap hari ketika matahari terbit. Engkau berlaku adil antara dua orang adalah sedekah. Engkau membantu seseorang dengan cara mengangkatnya naik ke atas kendaraannya atau engkau angkat barang-barangnya ke atas kendaraan adalah sedekah, Kata-kata yang baik adalah sedekah. Setiap langkah menuju shalat adalah sedekah. Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah.” HR Al Bukhari. Bahkan senyum adalah sedekah. Sungguh Islam tidak menghendaki sesuatu yang memberatkan bagi umatNya asalkan kita mau memahami
Semerbak Bunga di Bandung Raya
Buku SBBR bukan hanya berisi nostalgia masa lalu, tetapi juga berisi tentang perencanaan kota Bandung. Para pengambil keputusan sangat berkepentingan dengan hal ini. Begitu pula penduduk yang cerdas semestinya memahami asal-usul, seluk-beluk kotanya, dengan demikian dapat hidup selaras dengan lingkungan hidupnya. Dataran tinggi Bandung 30 – 25 juta tahun lampau masih berada di bawah permukaan laut, bukan hanya Bandung bahkan seluruh Pulau Jawa (awal Miosen). Salah satu buktinya adalah pegunungan kapur Tagog Apu di Padalarang. Pada masa Miosen akhir (25 -14 juta tyl.) pantai utara P. Jawa sudah terbentuk di Pangalengan, dataran tinggi Bandung masih di bawah laut. Sekitar 6000 tahun yang lalu dataran tinggi bandung menjadi sebuah danau. Peristiwa itu kemungkinan disaksikan oleh penduduk purba Bandung, karena di daerah yang diperkirakan pinggiran danau ditemukan bekas-bekas peninggalan mereka. Sayang beberapa artefak tidak dapat diselamatkan.
Secara resmi nama Bandung sebagai Ibukota Kabupaten tertulis dalam peraturan tertanggal 18 Maret 1811, setahun setelah perintah Daendels tanggal 25 Mei 1810 yang memerintahkan Bupati Bandung memindahkan ibukotanya dari Dayeuh Kolot mendekati Jalan Raya Pos. Bandung sebagai sebuah kota dengan konsep moderen tumbuh pesat setelah didirikan Gemeente Bandung cikal-bakal kotamadya Bandung pada awal abad 20.
Buku ini bukanlah sejarah dengan kronologisnya, tetapi ramuan antara kondisi tempo dulu dan kondisi saat buku itu dibuat. Tentu Anda juga bisa membandingkan dengan kondisi saat ini setelah 22 tahun buku SBBR ini terbit pertama kalinya. Maaf saya belum sempat melihat edisi 2008, apakah ada revisi oleh orang lain atau tidak. Seandainya Kuncen Bandung masih hidup saya kira tentu akan melakukannya.
Bandung sebagai kota jajanan ternyata sudah dari jaman dulu. Bahkan sekarang sudah menjadi “Kota Fatory Outlet”. Makanan tradisional seperti peuyeum, dawet, cendol, oncom, soto dari Bandung sudah lama dikenal. Bahkan di Jakarta dan beberapa kota lainnya sekarang banyak dijual dengan merek Bandung seperti Siomay Bandung, Cendol Bandung, Martabak Bandung, meskipun orang yang dagang maupun resepnya tidak berbau Bandung sama sekali, tetapi kata “Bandung” dapat lebih menjual. Berbagai julukan kota bandung yang positif tidak terlepas dari kreativitas warganya. Mengenai sandang toko-toko di Jalan Braga merupakan trend setter fesyen jaman baheula. Tetapi kemasyhuran jalan itu sulit dibangkitkan kembali. Sudah beberapa kali dicoba. Begitu pula Pekan Dagang Tahunan yang dimulai tahun 1920 serupa Pekan Raya Jakarta sekarang hanya meninggalkan Gedung Jaarbeurs yang sempat digunakan dalam trade fair tersebut.
Tetapi bagaimana kota Bandung mendapat julukan Kota Kembang? Ini banyak versi mungkin salah satu benar, mungkin juga beberapa benar. Apakah dahulu penduduk kota Bandung benar-benar gemar menanam bunga? Yang jelas ada masanya setiap pagi dari Bandung dikirim bungan untuk kantor Gubernur Jenderal di Batavia melalui kereta api. Ataukah sebutan kembang personifikasi untuk mojang-mojang Bandung? Bagi orang luar Bandung buktikan saja “Come and stay in Bandung”. Yang berkonotasi negatif juga ada yaitu sebutan bagi noni-noni yang menghibur para Raja Gula yang sedang pusing dalam suatu konferensi di jaman kolonial. Entahlah.
Buku-buku Haryoto Kunto begitu pula tulisan-tulisannya di koran Pikiran Rakyat menjadi inspirasi dan meningkatkan partisipasi warga kota untuk berperan dalam pelestarian dan pembangunan kota Bandung. Banyak orang menjadi tahu perjalanan kota ini dan bagaimana seharusnya ke depan. Sekarang dapat ditemukan berbagai perkumpulan pecinta pelestarian kota Bandung (heritage society) yang dimotori anak anak muda, seperti Bandung Trails, Mahanagari, Aleut, dll. mendampingi yang sudah ada dan sangat serius seperti Bandung Heritage dan Kelompok Riset Cekungan Bandung.
Seperti disebutkan di atas di dalam buku ini ada Rencana Induk Kota Bandung 1985 yang disajikan secara sederhana, tentu saja masterplan ini akan mengalami perubahan di kemudian hari. Ini terdapat dalam Bab XXI berjudul “Bandung Menjelang Tahun 2005” sebelum Epilog. Sekarang sudah tahun 2008 apakah rencana induk itu berjalan dengan baik? Anda warga kota dapat menilainya. Pengamatan saya yang lain Aktivitas Haryoto Kunto juga memicu penulis-penulis lain menulis sejarah kotanya. Begitu pula untuk kota Bandung, masih banyak yang belum diceritakan dan tetap saja akan menarik untuk diungkapkan.
Secara resmi nama Bandung sebagai Ibukota Kabupaten tertulis dalam peraturan tertanggal 18 Maret 1811, setahun setelah perintah Daendels tanggal 25 Mei 1810 yang memerintahkan Bupati Bandung memindahkan ibukotanya dari Dayeuh Kolot mendekati Jalan Raya Pos. Bandung sebagai sebuah kota dengan konsep moderen tumbuh pesat setelah didirikan Gemeente Bandung cikal-bakal kotamadya Bandung pada awal abad 20.
Buku ini bukanlah sejarah dengan kronologisnya, tetapi ramuan antara kondisi tempo dulu dan kondisi saat buku itu dibuat. Tentu Anda juga bisa membandingkan dengan kondisi saat ini setelah 22 tahun buku SBBR ini terbit pertama kalinya. Maaf saya belum sempat melihat edisi 2008, apakah ada revisi oleh orang lain atau tidak. Seandainya Kuncen Bandung masih hidup saya kira tentu akan melakukannya.
Bandung sebagai kota jajanan ternyata sudah dari jaman dulu. Bahkan sekarang sudah menjadi “Kota Fatory Outlet”. Makanan tradisional seperti peuyeum, dawet, cendol, oncom, soto dari Bandung sudah lama dikenal. Bahkan di Jakarta dan beberapa kota lainnya sekarang banyak dijual dengan merek Bandung seperti Siomay Bandung, Cendol Bandung, Martabak Bandung, meskipun orang yang dagang maupun resepnya tidak berbau Bandung sama sekali, tetapi kata “Bandung” dapat lebih menjual. Berbagai julukan kota bandung yang positif tidak terlepas dari kreativitas warganya. Mengenai sandang toko-toko di Jalan Braga merupakan trend setter fesyen jaman baheula. Tetapi kemasyhuran jalan itu sulit dibangkitkan kembali. Sudah beberapa kali dicoba. Begitu pula Pekan Dagang Tahunan yang dimulai tahun 1920 serupa Pekan Raya Jakarta sekarang hanya meninggalkan Gedung Jaarbeurs yang sempat digunakan dalam trade fair tersebut.
Tetapi bagaimana kota Bandung mendapat julukan Kota Kembang? Ini banyak versi mungkin salah satu benar, mungkin juga beberapa benar. Apakah dahulu penduduk kota Bandung benar-benar gemar menanam bunga? Yang jelas ada masanya setiap pagi dari Bandung dikirim bungan untuk kantor Gubernur Jenderal di Batavia melalui kereta api. Ataukah sebutan kembang personifikasi untuk mojang-mojang Bandung? Bagi orang luar Bandung buktikan saja “Come and stay in Bandung”. Yang berkonotasi negatif juga ada yaitu sebutan bagi noni-noni yang menghibur para Raja Gula yang sedang pusing dalam suatu konferensi di jaman kolonial. Entahlah.
Buku-buku Haryoto Kunto begitu pula tulisan-tulisannya di koran Pikiran Rakyat menjadi inspirasi dan meningkatkan partisipasi warga kota untuk berperan dalam pelestarian dan pembangunan kota Bandung. Banyak orang menjadi tahu perjalanan kota ini dan bagaimana seharusnya ke depan. Sekarang dapat ditemukan berbagai perkumpulan pecinta pelestarian kota Bandung (heritage society) yang dimotori anak anak muda, seperti Bandung Trails, Mahanagari, Aleut, dll. mendampingi yang sudah ada dan sangat serius seperti Bandung Heritage dan Kelompok Riset Cekungan Bandung.
Seperti disebutkan di atas di dalam buku ini ada Rencana Induk Kota Bandung 1985 yang disajikan secara sederhana, tentu saja masterplan ini akan mengalami perubahan di kemudian hari. Ini terdapat dalam Bab XXI berjudul “Bandung Menjelang Tahun 2005” sebelum Epilog. Sekarang sudah tahun 2008 apakah rencana induk itu berjalan dengan baik? Anda warga kota dapat menilainya. Pengamatan saya yang lain Aktivitas Haryoto Kunto juga memicu penulis-penulis lain menulis sejarah kotanya. Begitu pula untuk kota Bandung, masih banyak yang belum diceritakan dan tetap saja akan menarik untuk diungkapkan.
Memilih PEMDAMPING HIDUP YANG IDEAL
Islam memberikan kebebasan bagi wanita untuk menentukan pasangan dan teman hidupnya. Dia tidak boleh dipaksa untuk menikah dengan orang yang tidak ia senangi, maka wali boleh menolak pernikahannya.
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rosulullah SAW bersabda,
“Janganlah kalian nikahkan wanita janda, hingga di minta pendapatnya, dan janganlah kalian nikahkan anak perawan, hingga kalian minta izinnya. Mereka bertanya: Rasulullah, bagaimana izinnya? Rasulullah SAW menjawab, “izinnya wanita perawan adalah diamnya.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Khansa Binti Khudam al-Anshariyah menceritakan bahwa ayahnya menikahkannya, padahal dia adalah seorang janda. Namun dia enggan, lalu ia datang menemui Nabi SAW, maka beliau pun membatalkan pernikahannya. (HR. Bukhari).
Ibnu Abbas ra menceritakan, ada seorang wanita perawan datang menemui Nabi SAW sambil menceritakannya bahwa ayahnya telah menikahkannya dengan seorang laki-laki yang tidak ia sukai, maka Rasulullah membebaskannya untuk memilih apakah ia akan tetap bersama suaminya atau memilih minta diceraikan. (HR.Abu Dawud).
Hadist dan Atsar yang berhubungan dengan masalah ini cukup banyak, semuanya menjelaskan bahwa seorang wanita tidak boleh dipaksa menikah dengan laki-laki yang tidak ia senangi, apakah dia perawan atau janda, tak ada perbedaan antara gadis atau janda.
Tujuannya adalah untuk menjaga hak-hak dan kehormatan wanita, mempriotaskan kelanggengan keluarganya dalam membangun rumah tangga yang bahagia. Apa yang dapat diharapkan, bila ia menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, dan apa yang akan dia dambakan, ketika menikah dengan laki-laki yang tidak ia sayangi. Apakah dia akan dapat mewujudkan kebahagian? Oleh karenanya, Islam mengharuskan para ayah untuk tidak menikahkan puteri mereka tanpa meminta persetujuannya terlebih dahulu.
Perbedaan dalam hadist diatas tentang wanita perawan (ditanya, setuju atau tidak) dan janda (dimintai pendapatnya), ini bukanlah perbedaan yang mendasar, karena keduanya mesti dimintai persetujuannya terlebih dahulu. Namun demikian, seorang perawan lebih pemalu, oleh karenanya, cukup dimintai persetujuannya (persetujuannya adalah diam) sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist. Sedangkan janda, tidak boleh dinikahkan, hingga dimintai pendapatnya, karena perasaan malunya lebih rendah ketimbang perawan. Boleh jadi dia sudah mempunyai anak, karena itu, dia tidak akan merasa malu untuk menentukan dan memilih pasangan, berbeda dengan perawan.
Jadi,meminta persetujuan wanita untuk dinikahkan adalah sesuatu yang wajib dan tidak boleh memaksa anak wanita untuk menikah dengan orang yang tidak dia senangi. Karena, pemaksaan seperti ini, tidak ada dalam ajaran Islam. Tidak dibenarkan seorang ayah dan ibu, salah seorang atau keduanya mengaku lebih memahami kemaslahatan anak wanitanya, sehingga terjadilah pemaksaan untuk menikah dengan orang yang tidak ia senangi. Ini adalah pelecehan terhadap hak-hak anak wanita dalam menentukan kebebasan memilih. Atau memaksanya untuk menerima dan menyetujui pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia senangi. Kalau hal seperti ini terjadi, maka anak perempuan itu boleh meminta perlindungan kepengadilan untuk membatalkan pernikahannya jika ia mau, sebagaimana yang dilakukan oleh Khansa binti Khudam pada zaman Rasulullah SAW.
Dengan dasar ini (kebebasan memilih), maka Islam telah lebih dahulu memuliakan wanita dengan memberikan hak untuk memilih pasangan tanpa harus memaksanya menikah dengan laki-laki yang tidak dia cintai. Padahal, aturan buatan manusia, tidak pernah memberikan hak-hak wanita yang sempurna seperti ini.
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rosulullah SAW bersabda,
“Janganlah kalian nikahkan wanita janda, hingga di minta pendapatnya, dan janganlah kalian nikahkan anak perawan, hingga kalian minta izinnya. Mereka bertanya: Rasulullah, bagaimana izinnya? Rasulullah SAW menjawab, “izinnya wanita perawan adalah diamnya.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Khansa Binti Khudam al-Anshariyah menceritakan bahwa ayahnya menikahkannya, padahal dia adalah seorang janda. Namun dia enggan, lalu ia datang menemui Nabi SAW, maka beliau pun membatalkan pernikahannya. (HR. Bukhari).
Ibnu Abbas ra menceritakan, ada seorang wanita perawan datang menemui Nabi SAW sambil menceritakannya bahwa ayahnya telah menikahkannya dengan seorang laki-laki yang tidak ia sukai, maka Rasulullah membebaskannya untuk memilih apakah ia akan tetap bersama suaminya atau memilih minta diceraikan. (HR.Abu Dawud).
Hadist dan Atsar yang berhubungan dengan masalah ini cukup banyak, semuanya menjelaskan bahwa seorang wanita tidak boleh dipaksa menikah dengan laki-laki yang tidak ia senangi, apakah dia perawan atau janda, tak ada perbedaan antara gadis atau janda.
Tujuannya adalah untuk menjaga hak-hak dan kehormatan wanita, mempriotaskan kelanggengan keluarganya dalam membangun rumah tangga yang bahagia. Apa yang dapat diharapkan, bila ia menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, dan apa yang akan dia dambakan, ketika menikah dengan laki-laki yang tidak ia sayangi. Apakah dia akan dapat mewujudkan kebahagian? Oleh karenanya, Islam mengharuskan para ayah untuk tidak menikahkan puteri mereka tanpa meminta persetujuannya terlebih dahulu.
Perbedaan dalam hadist diatas tentang wanita perawan (ditanya, setuju atau tidak) dan janda (dimintai pendapatnya), ini bukanlah perbedaan yang mendasar, karena keduanya mesti dimintai persetujuannya terlebih dahulu. Namun demikian, seorang perawan lebih pemalu, oleh karenanya, cukup dimintai persetujuannya (persetujuannya adalah diam) sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist. Sedangkan janda, tidak boleh dinikahkan, hingga dimintai pendapatnya, karena perasaan malunya lebih rendah ketimbang perawan. Boleh jadi dia sudah mempunyai anak, karena itu, dia tidak akan merasa malu untuk menentukan dan memilih pasangan, berbeda dengan perawan.
Jadi,meminta persetujuan wanita untuk dinikahkan adalah sesuatu yang wajib dan tidak boleh memaksa anak wanita untuk menikah dengan orang yang tidak dia senangi. Karena, pemaksaan seperti ini, tidak ada dalam ajaran Islam. Tidak dibenarkan seorang ayah dan ibu, salah seorang atau keduanya mengaku lebih memahami kemaslahatan anak wanitanya, sehingga terjadilah pemaksaan untuk menikah dengan orang yang tidak ia senangi. Ini adalah pelecehan terhadap hak-hak anak wanita dalam menentukan kebebasan memilih. Atau memaksanya untuk menerima dan menyetujui pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia senangi. Kalau hal seperti ini terjadi, maka anak perempuan itu boleh meminta perlindungan kepengadilan untuk membatalkan pernikahannya jika ia mau, sebagaimana yang dilakukan oleh Khansa binti Khudam pada zaman Rasulullah SAW.
Dengan dasar ini (kebebasan memilih), maka Islam telah lebih dahulu memuliakan wanita dengan memberikan hak untuk memilih pasangan tanpa harus memaksanya menikah dengan laki-laki yang tidak dia cintai. Padahal, aturan buatan manusia, tidak pernah memberikan hak-hak wanita yang sempurna seperti ini.
Langganan:
Postingan (Atom)