Lyrics |
Anti Perang (XPDC)
**
Ku menepis kau menembak
Mengorbankan nyawa ikan
Hidup sudah mahu tamat
Sana sini menjadi gamat
***
Dunia aman porak peranda
Angkara nafsu yang menggoda
Aku dia dan juga mereka
Jadi lauk santapannya..
Hidup sudah tiada senang
Duka tambah membebankan
Apa lagi yang dikejar
Masa yang tidak pernah berhenti
(ulang **, ***)
Kawan-kawan jadi lawan
Lawan-lawan dengan kawan
Perang bikin apa perang
Perang buat apa perang
Gelap nanti jadi terang |
Di Ujung Abad (The Stylistics)
Cerita kuno tentang peperangan
Diujung abad menghantui
Setiap orang
Peralihan banyak memakan korban
Sementara segelintir tuan tuan
Tertawa girang
Kekuasaan sudah menjadi tuhan
Pengkhianatan adalah
Panglima perang
Kesetiaan jadi janji murahan
Kisah inilah dongeng tidur
Bayi bayiku
Bertahan hidup
Harus bisa bersikap lembut
Walau hati panas
Bahkan terbakar sekalipun
Keluh kesah ini
Mungkin berguna
Jadikan teman sejati
Dimedan juang
Bisa jadi kita bosan
Tapi kenyataan
Badai datang
Tak bosan-bosan
Waspadalah kawan
Perjuangan masih panjang
Cerita kuno tentang peperangan
Diujung abad menghantui
Setiap orang
Kesetiaan jadi janji murahan
Kisah inilah dongeng tidur
Bayi bayiku |
Bersama (Adrian Gurvitz)
Kita pernah bersama
Menempuh onak dan duka
Tidak pernah putus asa
Walau dugaan datang melanda
Dikau pernah bertanya
Bila bahgia akan tiba
Ku berkata bersabarlah
Serahkan saja pada yang ESA
Bila masanya menjelma
Kebahgiaan akan tiba
Namun tidak mungkin ku lupa
Kenangan indah kita bersama
Menempuh onak cabaran
Dan liku hidup yang panjang
Tidak mungkin hidup ini sepi
Selagi ku masih di sini
Kita pernah bersama
Menempuh onak dan duka
Tidak pernah putus asa
Walau dugaan datang melanda
Bila masanya menjelma
Kebahgiaan akan tiba
Namun tidak mungkin ku lupa
Kenangan indah kita bersama
Menempuh onak cabaran
Dan liku hidup yang panjang
Tidak mungkin hidup ini sepi
Selagi ku masih di sini
Kini terungkai sudah
kisah hidup kita
Berbekal taat dan sabar
Pastikan berjaya |
Kosong (The Hi-Los)
Coba untuk ulangi apa yang terjadi
Harap 'kan datang lagi
Semua yang pernah terlalui
Bersama alam menempuh malam
Walau tak pernah ada kesempatan
Terjebak dalam jerat mengikat
Namun tekad nyatakan bebas
Temukan diri di dalam dunia
Tak terkira...
Semua mati dan menghilang
Terlalu pagi temukan arti
Jalan panjang semakin lapang
Hanya dahan kering yang terpanggang
Tak ada teman telah terpencar
Namun waktu terus berputar
Peduli apa terjadi
Terus berlari tak terhenti
Untuk raih harapan
Di dalam tangis atau tawa
Temukan diri di dalam dunia tak terkira
Tak berarti tak akan pasti
Terlalu gelap...pergilah pulang |
Lepaskan Aku (Hujan)
mulai saat ini
aku akan ubah pendirian
walau ramai akhir sendirian
jangan difikir pasal aku
teruskan saja dengan hidupmu
hadir mu mungkin tidak membantu
pasangan tak sentiasa indah
pasti perang yang kau redah
aku wakil laki takkan rebah
ku tak mahu berterus terang
risaukan kemuncak amarah ku
maki hamun deras yang tak tentu
lepaskan aku, lupakan aku,
aku hanya ingin sendirian
tak pernah ku rasakan
atas nama tekanan
tak pernah ku rasakan
atas nama tekanan |
Kerana Takdir (Dugong Ponebre)
Bukan kerana kemarau panjang
Lautan kasih menjadi gersang
Bukan kerana ribut dan taufan
Bunga ku layu dalam jambangan
Tapi kerana takdir
Telah bersebab
Sebab menanti masa
Sampailah waktu akhirnya
Korus:
Terputuslah tali
Ikatan janji hilang kasih
Terpadam mimpi hanya rindu
Yang setia menunggu
Walaupun dibelenggu
Tanpa kasih dan waktu
Cinta seumpama bayang-bayang
Bila terang ia hadir
Walaupun diusir
Bila gelap ia hilang
Walaupun diundang |
Murka (Billy And Lillie)
karam laut selatan
pecah sunyi kedamalaman
menyelam di antara karang
sadarkah kuberanjak perang
kau: hunus besi tajam
aku....hiu bersimbah darah
dinginnya kutub utara
tak sedingin pisau membara
terasa sesak di dada
kau: hunjam besi tajam
aku....hiu bersimbah darah
merah menganga
merah aku luka
merahnya darah
aku...hiu bersimbah darah
murka....
kau cekik napasku
kau cabik hatiku
kau toreh tubuhku
kau cabut nyawaku |
Kesepian Ini Abadi (Koil)
aku tarik napas panjang
aku pejamkan mata
hangat : rasakan terang
nyawa lamaku berjalan
menyusuri debu-debu terbang
warisan kehidupan
aku mencari kabar
jasad lama kuimpikan
terasa hampa ha ha.....
hitam dan putih akan kutempuh bahagia
kututup mata rapat seperti berdoa
rasa sepi kembali mengalir
kesepian ini abadi
aku tarik napas panjang
aku buang lebih dalam
lapang : rasakan terang
aku telah jatuh cinta
terhadap hidup di dunia
tinggalkan surga tenang
aku tak dapat bertahan
tak akan menunggu sabar
bagai hujan kubasahi dunia
rasa sepi kunikmati
serahkan jasadmu seperti aku minta |
Pelarian (Sweet Charity)
Tiada senyum tiada ketawa
Di wajah terlukis kehancuran rasa
Harapan hidup entah di mana
Kasihanilahâ?æ kasihanilah mereka
Hidupnya bagai peminta-minta
Meminta seteguk rasa belas hidup
Oh agar dapat menyambung nyawa
Kasihanilahâ?ækasihanilah mereka
(solo)
Sedih menyelubungi
Selalu dikejar suasana ngeri
Pergi meninggalkan negeri
Darilah angkara perang durjana
Lapar dahaga selalu melanda
Menumpang hidup oh entah di mana
Terpisah kasih sanak saudara
Kasihanilahâ?ækasihanilah mereka
Oh kasihanilah
Oh kasihan
Oh kasihanilah mereka |
Segala Doamu (Jagostu)
Lisa, lisa maaf
ternyata semua berbeda
dari sgala dongeng
yang tlah kau baca
aku bukan pangeran
dan kau bukan sang putri
kita orang biasa
dan itu takdir kita
jika, jika kau bernyanyi
luapkan sedihmu
aku, aku selalu mendengarmu
oh lisa, oh lisa
jangan pernah menyerah bersamaku
kita orang biasa
dan itu takdir kita
mungkin terdengar menyedihkan di hatimu
itulah, itulah kenyataan yang kita jalani
tapi selama kau masih percaya aku
mencoba kucoba jadi penjawab segala doamu
segala doamu... segala doamu
Oh Lisa, oh lisa
ambil nafas panjang dan mengertilah
kau pegang lebih erat
apapun yang kita dapat
ooo...
ooo...
ooo...
Tuhan, tak akan
lari dari kita
jadi jangan jangan menyerah
bersamaku, bersamaku |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar